Usaha Sate Padang

Gambaran Usaha Sate Padang

Sate Padang

Sate Padang merupakan salah satu sate khas Indonesia yang memiliki banyak penggemar. Makanan yang berasal dari Sumatera Barat ini terbuat dari potongan tipis daging , jantung, dan lidah sapi. Perpaduan rasa daging dan bumbu sate yang khas – bumbunya kental, gurih, dan kaya aroma rempah-rempah menjadi keistimewaan sate yang nikmat disantap saat masih hangat dengan ditemani ketupat atau lontong.

Untuk membuat sate padang yang bercita rasa tinggi, gunakanlah bahan yang segar dan juga berkualitas baik. Ciri daging sapi yang baik adalah berwarna merah segar dan bertekstur kenyal. Daging, jantung sapi, atau lidah sapi yang dibeli sebaiknya bersertifikat halal dan bebas dari virus anthrax atau sapi gila. Bahan-bahan tersebut bisa didapatkan dari supplier atau membeli dari pasar tradisional atau pasar modern.

Harga daging sapi saat ini berkisa antara Rp 55.000,-/kg. sedangkan harga jantung dan lidah sapi Rp 30.000,- s/d Rp 35.000,-/kg.

Selain daging, bahan yang diperlukan adalah beras untuk membuat ketupat atau lontong dan aneka bumbu. Bumbu  sate padang antara lain terbuat dari kayu manis, cengkeh, kapulaga, pekak, daun jeruk, serai, daun kunyit, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, adas manis, lada, jahe, lengkuas, dan kemiri.

Lokasi yang cukup potensial untuk berjualan sate padang antara lain di depan pertokoan atau mal, pinggir jalan raya yang ramai, dan lokasi dengan pangsa pasar khusus seperti daerah perkantoran atau kampus.

Perlengkapan yang dibutuhkan untuk usaha sate padang adalah gerobak, alat pembakar sate, dandang ukuran sedang, tenda, meja, kursi, dan peralatan makan.
Jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha sate padang ini dapat disesuaikan dengan besar kecilnya usaha. Pembagian tugas yang baik dan benar di antara karyawan akan memicu dan memperlancar perkembangan usaha sate padang ini. Upah satu orang karyawan berkisar antara p 500.000,- s/d Rp 700.000,- per bulan. Upah dapat diberikan per bulan atau per hari sesuai kesepakatan. Upah harian karyawan Rp 20.000,- s/d p 25.000,- per orang.
Spanduk atau papan nama dengan tulisan dan warna mencolok bisa dipasang sejak awal usaha, sebagai sarana berpromosi.

Satu porsi sate padang berisi sepuluh tusuk dapat dijual seharga Rp 10.000,- tergantung jenis dagingnya. Sate yang hanya berisi daging tanpa jantung dan lidah harganya sedikit lebih mahal.

Resiko usaha ini cukup kecil atau bisa dibilang hampir tidak ada. Pasalnya jarang sekali yang berjualan sate padang dengan jarak yang berdekatan, kecuali di lokasi yang sangat ramai sehingga tidak terasa adanya persaingan.

Berikut tip dan trik usaha sate padang :

1. Salah satu ciri khas sate padang adalah rasa dan kekentalan bumbunya. Jika kita dapat menghasilkan rasa dan kekentalan bumbu sesuai masakan daerah aslinya, tentu akan menjadi keunggulan tersendiri. Untuk itu, kita harus sebisa mungkin untuk mempertahankan cita rasa khas sate padang ini.

2. Penataan meja, kursi, dan kebersihan harus selalu diperhatikan. Pastikan ada karyawan yang senantiasa “mengawasi” konsumen sehingga segera bisa dilayani bila mereka membutuhkan sesuatu. Lakukan segala pelayanan dengan ramah dan penuh senyum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s