Tugas Resensi Film Bahasa Indonesia

GENRE : Drama Roman/Percintaan
PEMAIN : Kristina, Agus Kuncoro, Lina Budiarti, Henky Solaiman, Leroy Osmani
SUTRADARA : Ucik Supra
PENULIS NASKAH : Djuli Y Ismail
DISTRIBUTOR : PANITIA TETAP FILM KOMPETITIF BUDPAR DAN JATAYU CAKRAWALA FILM & VIDEO
DURASI : 95 Menit
TANGGAL RILIS : 2004

Kisah Kelam Pengadu Nasib di Kota

Kota bagi sebagian orang memiliki arti suatu tempat untuk mewujudkan harapan dan meraih kesuksesan. Kota sebagai simbol dari modernisasi dan globalisasi merupakan sasaran bagi para pendatang dari desa untuk merubah nasibnya menjadi orang sukses atau terkenal. Salah satunya adalah Kota Jakarta. Kota metropolis ini memberikan harapan tinggi bagi para pendatang. Kemegahan gedung-gedung bertingkat, perputaran uang yang cepat dan pusat pemerintahan membuat kota ini menjadi bidikan bagi para pendatang dari desa setiap tahunnya.

 

Film Panggung Pinggir Kali yang diangkat dari Perlombaan Penulisan Skenario Film Cerita Kompetitif 2004 yang diadakan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata ini menyoroti kehidupan para pendatang dari desa ke kota (Urbanisasi). Potret kelam kehidupan para pendatang menjadi latar belakang dari film ini.

Panggung Pinggir kali menggunakan genre drama roman ini mengisahkan tentang persahabatan Maharani (Kristina) dengan Raisan (Agus Kuncoro). Maharani yang senang menyanyi sejak kecil memiliki cita-cita menjadi penyanyi bertemu dengan Raisan, seorang yatim karena ayahnya meninggal dibakar massa karena merampok  Pertemanan sejak kecil di antara keduanya berlanjut hingga remaja. Hubungan pertemanan ini berubah seiring dengan kedekatan perasaan mereka, bahkan Raisan membuatkan sebuah panggung bambu untuk Rani di pinggir kali desanya sebagai tempat bagi mereka berdua untuk mengkhayalkan mimpi-mimpi mereka.

Hubungan ini akhirnya berubah ketika nasib memisahkan mereka. Rani sebagai perawan yang cantik dan mahir menyanyi mulai menjadi penyanyi kampung keliling ditawari oleh seorang kenalan Ibunya untuk menjadi penyanyi Bar di Jakarta. Ketika di Jakarta bukannya menjadi penyanyi, Rani hampir menjadi korban prostitusi. Sedangkan Rais yang telah pergi ke Jakarta sebelum Rani menjadi pedagang asongan dengan modal dari penjualan kambing di kampungnya. Dan akhirnya ia mampu mendirikan Kios semi permanen di suatu jalan dekat taman di kota Jakarta..

Rani yang akhirnya selamat dari korban prostitusi, bertemu dengan kelompok penyanyi dangdut keliling di Jakarta. Ia bergabung dengan kelompok tersebut dan sambil mencoba-coba mengajukan diri untuk rekaman. Akhirnya Rani berhasil menjadi penyangi dangdut terkenal dan menikah dengan seorang perwira polisi.

Tokoh Rais dalam film ini sangat sentral karena kisah kehidupan buram  pendatang ini berhasil tergambar dengan baik. Bahkan akting dari Agus Kuncoro pun memperkuat kesan tersebut. Sedangkan tokoh pembantu wanita yang diperankan Kristina yang seharusnya menyempurnakan film ini kurang menjiwai tokoh Maharani.  Tetapi secara keseluruhan dalam film ini sangat bagus dan berkualitas dengan tema yang saat itu di luar Mainstream yang ada. Kritik sosial mengiringi jalan cerita dalam film Panggung Pinggir Kali terasa menggelitik dan disajikan dalam bentuk humor satir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s