Tugas Argumentasi atau Eksposisi Bahasa Indonesia

Budaya, Ekonomi dan Politik dalam Perkembangan Sinetron

Membicarakan budaya memang tidak cukup dengan sekali dua kali mengkaji, budaya merupakan perilaku berkesinambungan sekumpulan individu yang membentuk sebuah pola hubungan khusus. Artinya budaya lahir melalui sebuah proses panjang. Budaya bisa lahir melalui adat kebiasaan, pengalaman  individu atau bahkan intervensi budaya eksternal. Merujuk pada kasus perkembangan sinetron dewasa ini, lebih tepat kirannya kalau hal itu terjadi karena intervensi budaya eksternal komunitas yang berlanggsung dengan intensitas tinggi dengan kuatnya mempengaruhi industri sinetron Indonesia.

 

Sinetron merupakan produk adaptif seni peran terhadap perkembangan teknologi komun ikasi dan informasi artinya syarat objektif lahir dan berkembangnya sinetron sudah terpenuhi menyangkut kelengkapan materialnya. Kalau kita melihat dari sisi sudut pandang sosialnya, sinetron merupakan bentuk pelarian tekanan psikologi massa, kalo kita mau melihat ke belakang, sinetron mulai berkembang di akhir 90an artinya sinetron muncul pada era reformasi, ketika tingkat kejenuhan masyarakat mencapai titik tertinggi akibat kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik sinetron muncul sebagai alternatif hiburan murah dan mudah di dapat sehingga sudah barang tentu sinetron menjadi idola.

 

Jika kita melihat dari sudut pandang ekonomi, sinetron berkembang pesat akibat liberalisasi pasar kenapa demikian? iklan merupakan media propaganda korporasi paling efektif, ketika pasar di beri kebebasan untuk berkembang, Perusahaan harus sudah memperhitungkan segala alternatif penguasaan pasar karena itu sama dengan pengakumulasian modal, akhirnya perusahaan melihat televisi sebagai media propaganda produk paling efektif karena mampu menjangkau costumers di seluruh indonesia tinggal permasalahanya waktu kapan perusahaan harus menampilkan iklanya agar bisa di lihat lebih banyak orang dan bisa mempengaruhi lebih banyak orang, pilihanya jatuh kepada tanyangan hiburan semacam sinetron karena sinetron berdasarkan pada alur cerita, yang berarti sintron berlangsung dan terus berlangsung yang artinya kemungkinan besar orang yang sama akan melihat 3-4 kali iklan produk mereka, yang menurut teori komunikasi berarti promosi produk mereka berhasil terekam di memori penonton, walhasil iklanlah menjadi penyokong utama perkembangan sinetron dari sisi finansial akibatnya sinetron cenderung produk instan, cepat saji karena ukuran keberhasilan sinetron bukan perkembangan budaya melainkan peningkatan daftar iklan dan itu menjadi ciri khusus tayangan televesi yang selalu menurut pada kebutuhan pasar.

 

Dari sisi politis sinetron merupakan turunan dari kebijakan polotik neoliberal, bisa di lihat dari ciri khas tayangannya. lalu apa yang bisa di lakukan, sebenarnya permasalahanya lebih bertitik berat pada rendahnya pendidikan masyarakat, di era globalisasi menciptakan kultur tandingan sekalipun tidak akan berhasil tanpa adanya basis kesadaran massa. Walaupun ada komisi penyiaran Indonesia yang notabene institusi pemerintah tidak akan bisa berbuat banyak, karena ada gerak kapital besar di belakang industri komunikasi dan informasi ini.

 

Sumber

http://www.prp-Indonesia.org diakses pada tanggal 12-09-2007 pukul 13:41

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s